Gerakan Muhammadiyah mulai hadir di wilayah Kebumen seiring perkembangan dakwah persyarikatan di Jawa Tengah. Di tingkat desa, Pimpinan Ranting Muhammadiyah dibentuk sebagai pelaksana dakwah dan organisasi di akar rumput, sesuai kebijakan pengembangan cabang dan ranting yang dicanangkan Muhammadiyah melalui program revitalisasi cabang dan ranting.
PRM Giwangretno lahir dari semangat warga Muhammadiyah di desa Giwangretno untuk memperkuat pengajian, memakmurkan masjid, serta mengembangkan amal usaha yang bermanfaat bagi masyarakat. Seiring waktu, ranting ini diharapkan terus berperan aktif dalam pembinaan jamaah, penguatan organisasi, dan pemberdayaan sosial-ekonomi umat.